Kapal perusak Tipe 45 HMS Duncan sedang dalam perjalanan ke Teluk Persia untuk mengambil alih.
Kapal tanker minyak milik Emirat menghilang di Teluk Persia selama tiga hari berturut-turut.
Penyitaan kapal itu terjadi atas permintaan Amerika Serikat (AS), yang mengingkan ekspor minyak Iran ke tingkat "nol" sebagai bagian dari sanksi terhadap Republik Islam.
Ini menyebabkan Inggris mengajukan rencana untuk mengirim kapal perang kedua ke Teluk untuk mencegah campur tangan Iran lebih lanjut.
Adapun crane yang roboh sudah diasuransikan.
Insiden tersebut terjadi setelah trouble pada kapal tunda milik anak perusahaan PT. Pelindo 3 yang memandu kapal tersebut.
Iran menuntut Inggris membebaskan kapal itu dan membantah telah membawa minyak ke Suriah karena melanggar sanksi Uni Eropa.
Penasihat senior pertahanan Inggris untuk Timur Tengah mengatakan prioritasnya adalah menemukan solusi diplomatik untuk krisis yang sedang berlangsung.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) sedang mendiskusikan rencana pengawalan militer bagi kapal-kapal yang berlayar di Teluk.
Penyitaan kapal tanker yang membawa minyak Iran tindakan yang tidak berharga.