Sekitar 14.55 WIB, kemudian tiba anggota DPRD Banjarmasin Andi Effendi dan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih Trensis. Keduanya juga bungkam.
Niat hendak membersihkan tangan, malah menyebabkannya harus meregang nyawa akibat dimakan seekor buaya ganas.
Kelima orang yang diamankan tersebut saat ini sedang dilakukan pemeriksaan awal di Mapolda Kalimantan Selatan.
Dalam OTT itu, KPK mengamankan sejumlah uang sebesar Rp 346 juta yang diduga suap. Uang tersebut diduga fee proyek untuk OK Arya.
Selain kongkalikong antara penyedia barang dan jasa dengan pihak perserta lelang, persekongkolan juga dapat terjadi antar perusahaan yang ikut lelang.
Modus yang dilakukan Arya dengan Ayen ini akhirnya terbongkar saat tim KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Rabu (13/9/2017).
Puslabfor Mabes Polri memastikan video rekaman closed circuit television (CCTV) terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung BPK adalah asli.
Untuk harta tidak bergerak, Arya tercatat memiliki harta senilai Rp 3.614.820.000.
Salah satu pelaku yang dicokok adalah Bupati setempat bernama Arya Zulkarnaen.
Komisi III DPR mempertanyakan SOP penyadapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seseorang hingga terjadinya operasi tangkap tangan (OTT).