India menandatangani kesepakatan senilai USD5 miliar untuk membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi India pada 5 Oktober.
Diumumkan pada bulan September bahwa rencana melarang mempekerjakan para pensiunan akan dilaksanakan dalam dua bulan ke depan.
India akan membeli sembilan juta barel minyak Iran pada November, mengindikasikan importir minyak terbesar ketiga dunia akan terus mengimpor minyak Iran meskipun sanksi AS mulai berlaku pada 4 November.
Kedua negara juga berniat meningkatkan kerja sama di negara-negara ketiga dan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir bersama.
Kedua sumber mengatakan India akan membeli sembilan juta barel minyak dari Iran pada November, terlepas dari sanksi Gedung Putih yang akan berlaku pada 4 November.
Kedua pemimpin juga melakukan pertukaran tinta sekitar 20 perjanjian bilateral di berbagai bidang seperti pertahanan, energi nuklir, eksplorasi ruang angkasa dan perdagangan.
Perseteruan antara kedua negara ini masih berkutat pada keberadaan Taliban di Afghanistan, di mana AS telah terlibat dalam operasi militer selama 17 tahun.
Namun seorang pejabat hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, pemulangan secara paksa terhadap Rohingya melanggar hukum internasional.
Saat itu, Perdana Menteri Azad Kashmir, Raja Farooq Haider Khan sedang ke desa terdekat untuk memberikan belasungkawa kepada keluarga seorang politisi lokal yang meninggal.
India juga mengecam Pakistan karena menyediakan tempat terorisme berkembang biak dan tempat aman bagi Osama bin Laden, dalang serangan 11 September 2001.