Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menegaskan bahwa peran guru pasca pandemi virus corona baru (Covid-19), tetap tidak tergantikan oleh teknologi.
Bahkan, kunjungan guru ke rumah peserta didik selama pandemi virus corona baru (Covid-19) juga tetap berlangsung, akibat keterbatasan akses internet di wilayah-wilayah tertentu.
Tips pertama ialah memastikan diri untuk tetap tenang. Orang tua, lanjut Lenny, harus terus menunjukkan dukungan terhadap anak, baik ketika belajar maupun bermain.
Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah membawa paradigma baru di tengah masyarakat. Salah satunya, orang tua dituntut menjadi pengganti guru sekolah untuk anak, sementara proses pembelajaran dilakukan di rumah.
Prof. Masyitoh Chusnan mengimbau para guru untuk lebih banyak bersabar di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19).
Persoalan pangan adalah persoalan semua orang yang harus menjadi perhatian bersama. Apalagi, pangan adalah kebutuhan utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Rerie, permasalahan sektor pendidikan yang saat ini dihadapi mencakup kualitas SDM guru, pembiayaan operasional sekolah dan mengembangkan local wisdom.
Pandemi virus corona (Covid-19) telah memunculkan berbagai dampak serius terhadap masyarakat, termasuk 100.000 ustadz/ustadzah TK TPA di indonesia
Pertama, jangan stres. Nadiem mengatakan sebuah hal yang normal bila selama pandemi banyak guru dan orang tua yang gagap menggunakan teknologi.
Unifah Rosyidi menilai krisis virus corona baru (Covid-19) tidak hanya memaksa guru memindahkan pemb
Bagi mereka yang memiliki akses teknologi, lanjut Unifah, perlahan namun pasti guru harus mulai akrab dengan teknologi. Sebab, dengan teknologi guru dapat berinovasi dengan beragam cara.
elajaran dari ruang kelas ke rumah.