Zulkifli Hasan memgaku punya kesan tersendiri setelah bertemu Siswa Siswi dan melihat langsung pembelajara di Taruna Nusantara
MPR yang terdiri sebagai anggota DPR dan DPD, mereka mempunyai kesibukan yang luar biasa dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat
Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan nasionalisme berarti mengutamakan tenaga kerja dalam negeri.
Zulkifli berharap Polri dan TNI memberikan keberpihakan yang lebih pada Pindad. Ia menekankan jangan sampai industri strategis ini dikuasi produk asing.
“Jangan jadikan Pancasila untuk memisah misahkan. Saya percaya Kita semua Pancasila, Kita semua Indonesia apapun latar belakangnya,”
Sikap lain dari para guru dan dosen yang kurang baik menurut Arief Rahman adalah tidak bersemangat saat bertemu siswa. Padahal semestinya guru menunjukkan semangatnya, agar para siswa juga bersemangat dalam menerima pelajaran.
Efektifitas peran media massa dalam menginformasikan program-program MPR sampai ke masyarakat di seluruh wilayah Indonesia sangat terasa.
Dalam sambutannya, Mahyudin mengungkapkan bahwa bidang pendidikan di Indonesia harus lebih diperhatikan lebih serius untuk saat ini dan ke depannya.
Diutarakan Rully, dalam dunia pendidikan Indonesia, biaya sekolah relatif makin mahal, ketersediaan prasarana guru dan mutu pendidikan relatif belum merata di seluruh tanah air.
Mahyudin dalam kesempatan tersebut membandingkan dengan negara lain, meski mereka satu agama dan bahasa tetapi mereka selalu berkonflik.