Negeri Tirai Bambu itu menuduh Amerika Serikat (AS) bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik internasional.
Balon itu ditembak jatuh sekitar enam mil laut lepas pantai AS, di atas perairan yang relatif dangkal.
Insiden balon tersebut mendorong Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken untuk membatalkan rencana lawatannya ke Beijing pada Jumat (3/2).
Pernyataan itu mengatakan pesawat itu memiliki kemampuan kemudi yang terbatas dan menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan karena angin.
Pentagon mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya sedang melacak balon pengintai di atas daratan AS.
Sri Mulyani: Situasi Ekonomi AS dan Eropa Tidak Baik-baik Saja
Salah satu tempat balon itu terlihat adalah Montana, yang merupakan rumah bagi Pangkalan Angkatan Udara Malmstrom, di mana terdapat sekitar 150 silo untuk rudal balistik antarbenua, termasuk Minuteman III yang berkemampuan nuklir.
Kinerja ekonomi tersebut menjadi bukti pelemahan ekonomi global memang masih terjadi, tetapi tidak sedalam dan separah yang diperkirakan
Apa yang menjadi kekhawatiran pun banyak yang tidak terjadi.
Penguatan Rupiah ini lebih baik dibandingkan mata uang lainnya, seperti dalam kawasan Asia