Ketua MPR Zulkifli Hasan berkunjung ke Pulau Penyengat, tempat lahirnya Pujangga Melayu Raja Ali Haji yang menjadi cikal bakal bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia
Anggota MPR dari Fraksi PKS, Dr. Hermanto, menilai para dosen memiliki tingkat analisis yang sangat tajam dan memiliki daya nilai dan koreksi terhadap perkembangan kebangsaan
Sekretaris Jenderal MPR RI Ma`ruf Cahyono mengungkapkan bahwa Pancasila sejatinya tidak hanya dihafal saja tapi harus juga secara konsisten diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bertepatan dengan peringatan hari guru nasional dan di sela-sela kunjungan kerjanya di Tanjung Pinang, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bekesempatan untuk bertemu dengan Zulfahmi, guru tunanetra
Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN ini menegaskan tak ada ajaran agama apapun yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan
Sarifuddin mengungkpakan, dalam sejarah perjalanan pergerakan dan perubahan bangsa Indonesia mulai tahun 1908, tahun 1928, di era orde lama, orde baru dan di era reformasi kiprah pemuda Indonesia sangat berperan.
Segala macam persoalan kebangsaan sesungguhnya bisa diselesaikan apabila kita secara konsisten dan adanya soliditas melaksanakan Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).
HNW mengungkapkan ada beberapa indikasi upaya untuk meninggalkan Pancasila. Dicontohkan, seperti adanya gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia; ada yang ingin menghidupkan kembali komunis.
Wakil Ketua Lembaga Pengkajian MPR Ahmad Farhan Hamid yang menjadi narasumber mengakui bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada prinsipnya adalah untuk memberi ruang bagi hak asasi manusia sesuai pasal 28A sampai 28J UUD NRI Tahun 1945.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan salah satu tuntutan gerakan reformasi tahun 1998 adalah adanya perubahan atau amandemen UUD Tahun 1945