Sebagaimana diketahui, dari hasil penelitian Transparency International Indonesia (TII), skor IPK Indonesia berada pada angka 37 dengan rangking 102.
Penggeledahan itu merupakan penyidikan kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster.
Belakangan dikonfirmasi juga Edhy Prabowo menggunakan duit hasil suap tersebut untuk membeli sejumlah barang saat berkunjung ke Amerika.
Iis berpeluang jadi pesakitan di kasus ini lantaran diduga kuat ikut menikmati aliran uang haram dari ekspor benih lobster.
Dalam perkembangan kasus ini, KPK masih terus mengusut aliran uang hasil suap ekspor
KPK menduga Iis ikut terlibat dalam praktik kotor yang menjerat suaminya Edhy.
Tim penyidik KPK menduga, uang hasil suap perizanan ekspor benur itu digunakan tersangka Edhy dan sekretaris pribadinya Amiril Mukminin untuk membeli minuman beralkohol jenis wine
Ali tak menjelaskan detail waktu pemanggilan ulang Ihsan.
Ali mengatakan ketidakhadiran Anggota Komisi II DPR dari PDIP itu lantaran surat panggilan dari KPK belum diterimanya.
Mereka yang diperiksa bernama Surahman, Agus Welianto, dan Hidayat Royani. Belum diketahui apa yang didalami penyidik dalam pemeriksaan tersebut.