Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan sebanyak 633 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Cimahi, Jawa Barat tidak memiliki gawai untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Padahal program bantuan kuota yang diluncurkan Kemdikbud pada September 2020 lalu bertujuan meringankan beban guru dan siswa, saat menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengunjungi SMP Negeri 14 Sorong, Papua Barat pada Rabu (10/2).
Di Kabupaten Dompu, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pulau Hinterland, Batam di antaranya. Kedua daerah tersebut menggelar PTM mulai dari jenjang TK hingga SMP.
Seleksi ini akan dilakukan mulai 18 Januari 2021, dan terbuka untuk guru jenjang TK, SD, SMP dan SMA.
Seorang oknum guru memasukkan muatan pilitik yang membahayakan dunia pendidikan.
Setelah dijemput orangtuanya, 10 pelajar SMP dan SMA dari Bogor dipulangkan polisi.
Diikuti oleh 4.000 peserta didik dari jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB atau SMK/SMKLB, dan perguruan tinggi, kegiatan ini akan dilakukan secara virtual pada 31 Oktober 2020 pukul 09.00-12.00 WIB. Pendaftaran akan ditutup pada 30 Oktober 2020.
Rincian dari bantuan tersebut terdiri dari 946 ribu untuk jenjang PAUD, 5,3 juta jenjang SD; 2,5 juta jenjang SMP; 1,6 jenjang SMA; 1,3 juta jenjang SMK, 35 ribu SLB, dan 27 ribu untuk kesetaraan. Selain itu guru berjumlah 957 ribu, mahasiswa 915 ribu dan dosen 65 ribu.
Pemain sinetron Dari Jendela SMP ditangkap Polda Metro Jaya. Ternyata RR sudah 5 kali beli sabu.