Terdapat 28 emiten baru yang melakukan IPO (Intial Public Offering/Penawaran Saham Perdana).
Perdagangan saham emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih akan terus menghasilkan cuan sampai akhir tahun. Salah satunya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatatkan kinerja moncer sepanjang semester I-2021.
Bagi analis CSA Research Institute Reza Priyambada, setiap kasus hukum yang menjerat salah satu emiten akan membuat harga suatu saham akan turun.
Sebanyak 62 persen dari total nilai right issue periode Juli 2021 berasal dari sektor perbankan.
Saham dengan kode emiten BBRI ini berakhir menguat pada penutupan perdagangan Kamis (22/7/2021) petang.
12 emiten tersebut belum kunjung membayar ALF tahun 2021 padahal telah melewati batas waktu pembayaran biaya ALF pada 29 Januari 2021.
Rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan tertinggi yaitu sebesar 13,16% menjadi Rp9,796 triliun dari Rp8,657 triliun pada pekan lalu
Kenaikan saham emiten ini termasuk kategori di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA)
Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah enam perusahan
Sayangnya, POJK teranyar itu dinilai tak sejalan dengan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diinisiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya.