Banyak petani yang terpaksa membeli dengan mengupayakan segala cara.
Harus diakui bahwa heboh penurunan kualitas Pertalite pasca kenaikan harga BBM bersubsidi belum selesai. Masih banyak warga yang melaporkan soal ini. Bahkan Netizen kembali diramaikan soal kabar BBM Pertalite disebut-sebut hanya memiliki kadar oktan atau RON 86, padahal seharusnya RON 90.
Karenanya sulit dimengerti, bila pada tanggal 1 September 2022, saat operator BBM swasta kompak menurunkan harga produknya, Pemerintah malah menaikan harga BBM bersubsidi.
Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi seperti solar dan Pertalite. Karena harga minyak mentah dunia terus melorot jauh di bawah asumsi APBN sebesar USD 100 per barel.
Kita berharap untuk Patra Niaga lebih bisa menerapkan dan bisa kerja sama di dalam menggunakan berbagai sistem. Supaya penerapan BBM bersubsidi nanti bisa sesuai sasaran, yang mana itu kita lihat melalui sejauh mana penggunaan kartu (BBM subsidi).
BPH Migas usul sistem tertutup penyaluran BBM bersubsidi
Konsumsi BBM bersubsidi jenis pertalite hingga solar dilaporkan menurun hingga 10-13 persen.
Pada periode ini hampir semua operator minyak menurunkan harga BBM. Tapi anehnya Pemerintah malah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Pemerintah harus terbuka soal hitungan-hitungan HPP BBM bersubsidi ini. Masa harga jual BBM bersubsidi dengan yang tidak bersubsidi hampir sama.
PLN beberkan data jutaan orang kaya pengguna LPG 3 Kg