BPS telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2021. Jika dilihat year-on-year (yoy), pertumbuhan kuartal III 2021 mencapai 3,51 persen, lebih rendah dari kuartal II 2021 yang mencapai 7,07 persen.
Reza menjelaskan, kinerja kuartal III 2021 mengalami perbaikan yang tercermin dari pendapatan usaha yang naik sebesar 20,75 persen karena telah beroperasinya ruas-ruas jalan tol baru dan didukung oleh meningkatnya mobilisasi masyarakat.
Jadi, saya sangat optimis kuartal IV pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Dengan catatan tidak ada lagi lonjakan kasus Covid-19 di tanah air.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 7,07 persen (yoy) pada kuartal II-2021 dan pemerintah memperkirakan hingga akhir tahun pertumbuhan mencapai 3,7 – 4,5 persen.
Penjualan dari ZBRA pada kuartal III 2021 mencapai Rp2,7 triliun atau tumbuh 30.000 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp8,8 miliar.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), SYL menyebutkan bahwa di masa awal pandemi pada kuartal II – 2020, sektor pertanian tumbuh 16,24 persen dan menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Di China, peningkatan ekspor ke Eropa dan pengenalan Model Y yang lebih murah, membantu meningkatkan produksi Tesla.
Berdasarkan data BPS RI penduduk miskin secara ekstrim semakin bertambah, ketimpangan kesejahteraan semakin lebar, dan indeks gini rasio melonjak
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sektor telekomunikasi (Infokom) mengalami pertumbuhan sebesar 10,9 persen pada kuartal II 2020 (Q2 2020), jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya (Q2 2019).
Secara year-to-date, PYFA mencatat penjualan bersih sebesar Rp 222,5 milyar pada laporan keuangan per 30 Juni 2021, meningkat 83% dari periode yang sama tahun 2020.