Herman Khaeron mencontohkan polarisasi pada Pemilu 2019 yang melahirkan istilah cebong-kampret. Padahal, kata dia, tak ada esensi yang bisa ditangkap dari peristiwa pesta demokrasi 2019 tersebut.
Saya kira hal-hal ini perlu dilakukan juga untuk semuanya kita menahan diri untuk tidak melakukan black campaing. Dimana kalau pesan Pak Prabowo kepada kita harus tetap tenang dan kedepankan kita beradu visi untuk memajukan negara ini, itu pesannya.
Ke depan harus ada regulasi yang tegas, bahwa siapapun yang akan menggunakan media sosial, media publik, penggunaanya jauh dari kebenaran, bahkan relatif penuh fitnah, bahkan yang lebih mengkhawatirkan, atau memiliki dampak yang lebih luas memecah belah kerukunan, memecah belah persatuan, ini yang sesungguhnya menurut saya harus mendapatkan tindakan yang tegas.
Sebab adanya segelintir pihak yang memanfaatkan momentum pemilu untuk menyebarkan hoaks dan memecah belah bangsa.
Hal itu disampaikan Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Esther Samboh saat ditemui dalam acara "WhatsApp SME Summit 2023" di Jakarta, Selasa (27/6).
Yuk, Jadi Pengguna Digital yang Cerdas, Kritis, dan Kebal Hoaks!
Tiket Rp608 Juta Bisa Minum Bareng Messi, Fakta atau Hoaks?
Begini Langkah Kemenkominfo Cegah Hoaks Politik Jelang Pemilu
Cegah Penyebaran Hoaks Demi Proses Pembangunan yang Lebih Demokratis
Saking banyaknya informasi yang masuk dari bermacam media tersebut, kata Prabu, terkadang masyarakat tidak lagi mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana informasi yang mengandung hoaks.