Halalbihalal merupakan tradisi khas yang sangat akrab di kalangan umat Muslim di Indonesia, terutama saat momen Hari Raya Idulfitri atau memasuki bulan Syawal dalam kalender Hijriah.
Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan setelah bulan Ramadan atau tepatnya di bulan Syawal dalam kalender Hijriah. Puasa Syawal memberi kesempatan bagi umat Muslim untuk meraih pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
Memasuki bulan Syawal, setelah merayakan Idulfitri, sebagian masyarakat Indonesia dari berbagai daerah ada yang menyemarakkan bulan kesepuluh Hijriah ini dengan tradisi yang tak hanya mempererat silaturahmi, namun juga menggambarkan keragaman budaya yang mempesona.
Biasanya, terkait penamaan bulan Hijriah, termasuk bulan Syawal, selalu ada alasan khusus mengapa bulan tersebut dinamai demikian. Lantas, bagaimana asal-usul dan sejarah penamaan bulan Syawal, serta makna penting yang terkandung di dalamnya? Berikut adalah ulasannya
Syawal, bulan kesepeluh dalam kalender Hijriah, yang terletak antara bulan Ramadan dan Dzulkaidah, seringkali disebut sebagai bulan kemenangan bagi umat Islam. Istilah ini muncul seiring dengan perayaan Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal
Kepadatan penumpang, kata dia, menjadi terurai di beberapa hari jelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah
Hal itu disampaikan Dedi di hadapan ribuan jamaah Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di Lapangan Gasibu, Bandung, Senin pagi, 31 Maret 2025.
Presiden RI Prabowo Subianto kembali mengunggah video ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah bagi seluruh masyarakat Indonesia.
MRT Jakarta tetap beroperasi untuk melayani masyarakat selama libur Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025.
Presiden Prabowo Subianto akan menggelar open house pada hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Istana Negara, Jakarta, Senin (31/3). Prabowo akan mengawali Lebaran dengan salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta.