Momentum bulan Syawal 1446 Hijriah dimanfaatkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dengan silaturahim sekaligus Halal Bihalal ke sejumlah Kiai dan Nyai sepuh di Banyuwangi, Situbondo dan Jember.
Bulan Sawal, dalam sistem penanggalan Jawa, atau Syawal dalam kalender Hijriah, bukan sekadar nama dalam kalender. Ia merekam sejarah panjang asimilasi budaya—Islam, Hindu-Buddha, Jawa kuno, hingga pengaruh barat—dalam satu sistem penanggalan yang khas dan sarat makna
Bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah ini, selain dikenal sebagai bulan kemenangan, juga dikenal sebagai bulan kesempatan untuk melaksanakan puasa Syawal atau puasa enam hari di bulan Syawal.
Bulan Syawal, bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah, tidak hanya dikenal sebagai waktu umat Islam merayakan Idulfitri dan melakukan silaturahmi atau halal bi halal di masyakat Islam di Indonesia.
Nasabah Bank DKI mengeluh tak bisa melakukan transaksi online sejak malam takbiran Idul Fitri 1446 Hijriah atau 30 Maret 2025
Halalbihalal merupakan tradisi khas yang sangat akrab di kalangan umat Muslim di Indonesia, terutama saat momen Hari Raya Idulfitri atau memasuki bulan Syawal dalam kalender Hijriah.
Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan setelah bulan Ramadan atau tepatnya di bulan Syawal dalam kalender Hijriah. Puasa Syawal memberi kesempatan bagi umat Muslim untuk meraih pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
Memasuki bulan Syawal, setelah merayakan Idulfitri, sebagian masyarakat Indonesia dari berbagai daerah ada yang menyemarakkan bulan kesepuluh Hijriah ini dengan tradisi yang tak hanya mempererat silaturahmi, namun juga menggambarkan keragaman budaya yang mempesona.
Biasanya, terkait penamaan bulan Hijriah, termasuk bulan Syawal, selalu ada alasan khusus mengapa bulan tersebut dinamai demikian. Lantas, bagaimana asal-usul dan sejarah penamaan bulan Syawal, serta makna penting yang terkandung di dalamnya? Berikut adalah ulasannya
Syawal, bulan kesepeluh dalam kalender Hijriah, yang terletak antara bulan Ramadan dan Dzulkaidah, seringkali disebut sebagai bulan kemenangan bagi umat Islam. Istilah ini muncul seiring dengan perayaan Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal