Wawancara itu merupakan sesuatu yang sangat langka antara kedua negara tersebut mengingat, Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa Hizbullah adalah akar permasalahan di Lebanon karena telah membajak sistem Lebanon
Pemimpin Israel tersebut selanjutnya menuduh Iran, bersama dengan Rusia dan Turki, ingin menempatkan tentaranya di wilayah Suriah secara permanen dengan maksud menggunakan Suriah sebagai dasar untuk menghancurkan Israel.
Yukiya Amano memuji kesepakatan nuklir Iran sebagai keuntungan yang jelas untuk mandat verifikasi organisasinya.
Presiden Hassan Rouhani mengatan sangat memalukan bagi sebuah negara Muslim mengemis ke rezim Israel untuk melakukan serangan militer melawan negara Lebanon.
Hariri mengatakan Alasan utama di balik pengunduran dirinya karena Iran dan Hizbullah menguasai negara Lebanon.
Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi melawan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius di Suriah, terutama seruan terhadap milisi Iran.
Badan Energi Atom Internasional kembali menegaskan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir 2015. Ini sekaligus membuktikan bahwa klaim Amerika Serikat terhadap Iran salah.
Politisi senior Iran Ali Akbar Velayati mengatatakan pertemuannya dengan Saad Hariri, hanya menyerukan sebuah mediasi antara Iran dan Arab Saudi yang tegang dalam beberapa tahun terakhir
Melalui pesan Twitter miliknya, Hariri mendesak Lebanon agar tetap tenang. Ia mengatakan bahwa keluarganya akan tinggal di negaranya, Kerajaan Arab Saudi.