Suara PDI Perjuanga sudah pasti teratas dan menjadi pemenang Pemilu Legislatif. Hasil sementara berkisar dari 21.3% sampai 22.8% di tingkat nasional.
Sangat banyak yang minta ijin melakukan syukuran. Permintaan itu pun sulit dilarang, karena itu hak mereka sebagai pendukung Jokowi-KH Ma`ruf Amin.
Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) melalui Sekretaris Jenderalnya Hery Haryanto Azumi mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan 01 Ir. Joko Widodo dan KH Ma`ruf Amin berdasarkan penghitungan cepat (quick count)
Berdasarkan hasil real count yang dimuat di sistem Informasi Penghitungan Suara KPU, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma`ruf Amin masih unggul sementara dari Prabowo-Sandiaga.
"Seharusnya suara Paslon nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin bisa tembus 60 persen. Tetapi hal itu tidak tercapai karena Tim Kampanye Nasional (TKN) tidak memaksimalkan peran para relawan menjelang hari pencoblosan," ujar Benget.
"Kenapa kita tidak menyatakan sudah menang? Karena kita menghormati aturan. Aturannya yang berhak menyatakan menang atau tidak menang itu KPU berdasarkan real count," ujar Kiai Ma`ruf.
"Ya jangan bunyi (cebong-kampret) lagi. Selesai sampai kemarin. Kita kubur, ada cebong ada kampret kubur saja," ujar Kiai Ma`ruf.
Kata Gus Monang, pengajian tersebut bukan sebagai bentuk perayaan kemenangan di Pilpres 2019. Tapi lebih sebagai ungkapan syukur karena pemilu berjalan lancar.
Kami mengharapkan sikap kenegarawanan dari Pak Prabowo, agar segera mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan Jokowi-KH Ma`ruf Amin, sehingga massa segera kondusif, dan kini saatnya kita kembali membangun dan menjaga keutuhan bangsa
Joko Widodo dan Ma`ruf Amin unggul telak dari Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di tempat Jokowi melakukan pengumutan suara (TPS).