Pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dinilai sebagai tindakal konyol yang memicu perang dunia ke-3.
Beberapa presiden dan perdana menteri dari seluruh dunia memperingatkan Trump agar tidak memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Jokowi pun sudah menghubungi negara-negara anggota OKI, supaya segera menggelar sidang khusus terkait masalah ini.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai dapat memunculkan konflik baru. Hal itu terkait pengakuan Trump soal Jerusalem adalah sebagai ibukota Israel.
Kebijakan negara Paman Sam di Timur Tengah dinilai selalu ambigu, berstandar ganda, serta provokatif.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa al-Quds (Yerusalem) akan tetap menjadi milik negara Arab dan Islam.
Pemindahan ibu kota ke Yerusalem dinilai akan menimbulkan konflik baru antara Palestina dan Israel
Setelah mengumumkan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Yerusalem, Presiden Donald Trump meminta Arab Saudi mencabut blokadenya di Yaman
Presiden Palestina mengatakan Amerika Serikat tidak dapat lagi menjadi mediator dalam perundingan damai Israel-Palestina. Ia menyebut Yerusalem akan tetapa menjadi ibukota.
Keputusan tersebut diyakini akan jadi api baru dalam konflik Palestina-Israel.