Pemilu serentak 2019 dikabarkan mengakibatkan sebanyak 139 orang meninggal dunia. Ratusan petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia itu disebut akibat kelelahan dan lain sebagainya.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan Panitia Pemungutan Suara agar senantiasa bekerja secara profesional, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya 54 petugas KPPS dan 10 aparat kepolisian saat menjalankan tugas Pemilu sejak 17 April 2019 lalu.
Bareman atau Pa`de Blitar sangat dikenal oleh para pekerja migran, karena pembawaannya yang riang, suka bergaul, dan peduli pada sesama.
Pria berusia 69 tahun itu meninggal setelah menjalani operasi darurat di Rumah Sakit Jose Casimiro Ulloa di ibukota Peru.
Petugas TPS diketahui bernama Deden Damanhuri, ketua KPPS di TPS 03 Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Purwakarta.
Seorang gadis berusia 6 tahun dari Georgia meninggal dunia setelah Adik lelakinya yang berusia 4 tahun secara tidak sengaja menembaknya di luar rumah mereka.
Baru setelah ia meninggal, para mahasiswa kedokteran menemukan bahwa semua perempuan itu dulunya hidup dengan organ internal selain jantung, yang berada di tempat yang salah.
Departemen Sheriff Kabupaten Yuma menyebutkan, seorang pria Yuma telah meninggal yang diduga terluka akibat serangan kawanan lebah.
Sebanyak 190 orang telah meninggal akibat wabah tersebut.