Sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar bedah Buku Hitam Prabowo Subianto; Sejarah Kelam Reformasi 1998 karangan Buya Azwar Furgudyama.
Pembelajaran yang Memperkuat Akar Sejarah Dorong Pemahaman terhadap Nilai Kepahlawanan
Hal itu disebutkannya saat peluncuran `Buku Hitam Prabowo, Sejarah Kelam Reformasi 1998`
Konsep kreatif acara ini akan memberikan ‘experiences’ kepada Masyarakat Indonesia yang hadir di Stadion Madya GBK Senayan. Mereka tak hanya menyaksikan orasi kebangsaan dan konser musik saja, tapi juga sebuah atmosfer sejarah kelam Indonesia, yang tak terlupakan. Dikemas dalam bentuk seni instalasi yang menyajikan foto peristiwa Kerusuhan Mei 1998, serta foto berbagai pelanggaran HAM.
Ucapan Ade Armando terkait DI Yogyakarta yang menghina dan menyinggung perasaan masyarakat Yogyakarta, menandakan Ade Armando tidak tahu sejarah. Ini jelas ya, DI Yogyakarta itu sudah diatur Undang-Undang.
Spanduk yang bertuliskan: Ade Armando Penista UU Keistimewaan Yogyakarta dan Penghina Sejarah Kemerdekaan RI itu salah satunya terpasang di kawasan Starbucks Megaria, Jakarta Pusat. Spanduk juga bertebaran hingga ke kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Gus Halim: Pemahaman Akar Sejarah Kunci Keberhasilan Pembangunan Desa
Ketiganya menambah total emiten di BEI mencapai 901 perusahaan, yang notabene tertinggi sepanjang sejarah
Jokowi Hadiri KTT OKI, HNW: Ini Momentum Bayar Utang Sejarah Indonesia
HNW: Pentingnya Pendidikan yang Berorientasi Cinta Bangsa