Hal itu, lanjut Hanif, untuk mengantisipasi penilaian buruk terhadap Indonesia, agar tidak sampai dianggap sebagai negara yang anti asing
Mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu adalah salah satu cara untuk meningkatkan optimisme membangun bangsa dan negara.
Hanif mengajak masyarakat mengingat kembali bagaimana isu SARA sempat mewarnai konstelasi nasional pada momentum menjelang Pilpres.
Berdasarkan riset Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan, sumber daya tenaga terampil di Indonesia masih kurang memadai.
Dunia industri diminta tidak hanya terfokus melihat latar belakang pendidikan formal dalam merekrut karyawan. Industri juga harus mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki oleh pencari kerja dengan bukti sertifikat kompetensi.
Para pekerja kita nantinya harus menjadi pekerja yang berlisensi, jelas Hanif Dhakiri.
Upaya Kemenaker dalam percepatan penarikan pekerja anak melibatkan semua sektor terkait, baik dengan instansi pemerintah, dunia usaha dan industri.
Kementerian Ketenagakerjaan membangun komitmen dengan enam kementerian/lembaga, yaitu Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, TNI, Polri, Ditjen Imigrasi, dan BNP2TKI untuk semakin merapatkan barisan dalam pencegahan TKI non prosedural atau ilegal.
Hanif ingin masyarakat tidak melulu hanya tenaga yang hanya bisa kerja, melainkan tenaga kerja yang kompetitif.
Sidak ini dilakukan atas laporan masyarakat terhadap maraknya jobfair yang menarik biaya kepada para pencaker yang datang.