Apitan diselenggarakan setiap bulan Zulkaidah, dalam kalender Islam atau Hijriah, yang dalam penanggalan Jawa dikenal sebagai bulan Apit atau Hapit. Nama ini merujuk pada posisi bulan yang berada “terjepit” di antara dua hari raya besar, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.
Dalam kalender Jawa, Zulkaidah disebut sebagai Dulkangidah, namun masyarakat lebih akrab menyebutnya dengan nama bulan Apit atau Hapit. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada perpaduan antara kalender Islam dan budaya lokal yang kaya akan simbol dan makna
Dzulqa’dah atau dalam bahasa Indonesia disebut Zulkaidah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriyah, terletak di antara bulan Syawal dan Dzulhijjah. Bulan ini juga terletak antara dua hari raya umat Islam, Idulfitri dan Iduladha.
Bulan Dzulqa`dah merupakan salah satu bulan mulia dan sakral dalam Islam yang memiliki beberapa keutamaan di dalamnya. Terdapat beberapa amalan yang dianjurkan bagi umat Islam di bulan kesebelas dalam kalender Hijriah ini.
Calon Partai Demokrat Unggul dalam Jajak Pendapat Pilpres Korsel Usai Pemakzulan
Gus Imin Sowan KH. Fadlurrahman Zaini Banyuwangi, Didoakan Amanah
Selain TNI, umat Islam merupakan kekuatan nasional yang menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia untuk merawat kesatuan dan persatuan.
Momentum bulan Syawal 1446 Hijriah dimanfaatkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dengan silaturahim sekaligus Halal Bihalal ke sejumlah Kiai dan Nyai sepuh di Banyuwangi, Situbondo dan Jember.
Musibah kebakaran bisa datang tanpa diduga, membawa dampak besar bagi keselamatan, harta benda, dan ketenangan jiwa, dan tak jarang merenggut nyawa. Dalam kondisi genting seperti ini, Islam tidak hanya mengajarkan langkah-langkah lahiriah, tetapi juga perlindungan batiniah
Saya selaku Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Waketum DPP Partai Gerindra menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Saudara Kang Dedi Mulyadi yang merupakan kader Gerindra dalam menertibkan premanisme sudah sangat tepat.