Setidaknya 208 demonstran diyakini tewas selama aksi protes di Iran bulan lalu, akibat kenaikan tajam harga bahan bakar.
orang-orang ini dituduh menyerang gedung-gedung negara, pembakaran, serangan terhadap kantor-kantor polisi dan fasilitas militer
Aksi damai untuk memprotes kenaikan harga bensin banyak dimanfaatkan kaum anarkis menghancurkan properti publik dan membakar bank dan pompa bensin di antara fasilitas lainnya.
Keputusan itu memicu unjuk rasa di sejumlah kota Iran. Elemen-elemen oportunis berusaha mengeksploitasi situasi dan menggerakkan gelombang protes damai terhadap kenaikan harga bahan bakar.
Anggota Komisi Rencana dan Anggaran Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabayi mengatakan, kenaikan harga bensin itu ilegal dan akan membahayakan kepentingan rakyat dan negara.
Lantaran kenaikan iuran tersebut dirasa hanya akan menambah beban rakyat, Anwar pun meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut Perpres No 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.
Menurut Nadlifah, kenaikan iuran BPJS hanya akan menambah beban rakyat dan bukan bukan jalan keluar menyelasaikan sengkarut masalah di BPJS.
Kebijakan ini tentu sangat tidak pantas. Apalagi hanya semata-mata untuk menahan makin defisitnya APBN Pemerintah.
Kecaman bertubi-tubi juga merebak di sosial media Twitter bertaggar "BoikotBPJS".
Sebagai besar pasien dengan penyakit kronis seperti gagal ginjal sudah kehilangan pekerjaan karena dianggap tidak produktif.