Kebiasaan menggunakan ponsel saat buang air besar mungkin terasa sepele, namun studi terbaru menunjukkan bahwa toilet scrolling bisa berdampak serius bagi kesehatan, khsusunya meningkatkan risiko terkena wasih hingga 46 persen.
Inovasi ini memungkinkan pemantauan kesehatan dilakukan tanpa alat yang dikenakan di tubuh. Cukup dengan perangkat Wi-Fi yang sudah tersedia di rumah, detak jantung dapat terdeteksi dengan akurasi tinggi.
Temuan ini berasal dari studi yang dilakukan tim psikolog dari University of Sussex. Mereka menemukan bahwa menyempitkan mata diikuti dengan kedipan pelan—mirip seperti senyum versi kucing—dapat memicu respons positif dari hewan berbulu ini.
Penurunan harapan hidup ini ditemukan pada penderita depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, PTSD, dan kecemasan. Penyebab utamanya adalah risiko penyakit kardiovaskular yang meningkat drastis pada kelompok ini.
Yang membuatnya menarik, teknologi ini tidak bergantung pada kamera atau cahaya. Bahkan, ia bisa berjalan dengan perangkat rumahan biasa dan tetap berfungsi dalam kondisi pencahayaan buruk.
Hyperthymesia bukan sekadar daya ingat kuat, tetapi kemampuan merekonstruksi pengalaman pribadi secara utuh, termasuk emosi, lokasi, dan nuansa yang menyertainya. Dalam kasus TL, kemampuan ini disertai kesadaran reflektif yang memungkinkannya menjelajah waktu secara mental.
Di tengah tensi politik dan sosial yang terus meninggi, muncul pertanyaan mendasar, bagaimana seharusnya pemimpin dan bawahannya merespons kritik masyarakat? Islam sebagai agama rahmat sejatinya telah memberikan teladan jelas melalui figur Rasulullah ﷺ, bukan hanya dalam berdakwah, tapi juga dalam menyikapi kritik dan penolakan.
Hikmah perceraian dalam Islam tidak sekadar perpisahan, tapi proses menuju kedewasaan spiritual dan ketenangan hati. Temukan makna dan pelajarannya dalam artikel ini.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine ini menyoroti pentingnya ritme tidur harian, bukan sekadar lamanya waktu tidur. Pola tidur yang terlalu ketat ternyata bisa menurunkan fleksibilitas fungsi otak.
Selama ini, buku-buku pelajaran mengajarkan bahwa Bumi terdiri dari empat lapisan utama: kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam. Namun, riset terbaru dari Australian National University mengindikasikan adanya lapisan kelima tersembunyi di dalam inti dalam itu sendiri.