Sebagai warga negara Indonesia yang percaya kepada Tuhan yang Maha Esa, mari kita selalu bersyukur atas nikmat hidup.
Ledakan dahsyat di Beirut kemarin merupakan "hadiah" dari Tuhan yang bertepatan dengan festival Yahudi Tu B`Av.
Raja Salman membuka sesi dengan berterima kasih dan memuji Tuhan atas kesehatan dan kesejahteraannya, setelah menjalani perawatan di rumah sakit di ibukota Riyadh, karena menderita radang kandung empedu.
Pada tanggal 14 Juni 1954, frasa "di bawah Tuhan" secara resmi ditambahkan ke Ikrar Kesetiaan AS.
Dia juga berharap adanya intervensi ilahi melalui `Tangan Tuhan` yang lain untuk mengakhiri pandemi virus corona baru (Covid-19).
Konser virtual “Berbagi Kasih, Tuhan Bersama Kita Melawan Covid-19”, bersama BIMBO dan para musisi dan tokoh bangsa ini, bisa serentak disiarkan berbagai saluran TV swasta nasional.
Di halaman website tersebut kita bisa melihat rakyat bergotong royong memberikan bantuan. Ada yang menjadi donatur dengan menyumbang lima ribu rupiah, sepuluh ribu rupiah, hingga puluhan dan ratusan jutaan rupiah. Besar kecil sumbangan bukanlah persoalan, karena Tuhan Yang Maha Esa melihat ketulusan dan keihklasan
Tugas almarhumah sebagai anak, istri, ibu, dan nenek, maupun sebagai warga negara, sudah selesai. Kini tugas kitalah yang masih hidup untuk mendoakan almarhumah. Doa yang tulus dan ikhlas yang kita kirim untuk almarhumah, insya Allah diterima Tuhan Yang Maha Esa sebagai tambahan amal ibadah bagi almarhumah.
SYL mengajak semua manusia agar mau berusaha dan berserah diri kepada Tuhan. Penyebaran Corona, kata dia, harus disikapi dengan pikiran dan hati yang bersih.
Abbas melanjutkan, bila manusia merasa selama ini sudah berbuat baik dan benar, maka fenomena virus corona ini bukanlah azab melainkan ujian dari Tuhan.