Istilah `derby` kini akrab di telinga para pencinta sepak bola. Hampir setiap liga di dunia memiliki satu atau lebih pertandingan yang diberi label derby, menandai rivalitas tinggi antara dua tim.
Tidak perlu lagi ada istilah lain yang disebut tadi Satgas-Satgas, karena cukup memaksimalkan tiga penegak hukum kita ini yang kewenagannya sama dalam rangka misalkan memberantas pungli-pungli, memberantas korupsi.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, bersikukuh enggan menggunakan istilah perkosaan massal untuk kejahatan hak asasi manusia (HAM) berat pada peristiwa kelam Reformasi 1998.
Tak ada istilah dalam sepak bola yang lebih sering memicu perdebatan selain `offside`. Mulai dari stadion hingga warung kopi, keputusan offside kerap jadi sumber drama dalam setiap pertandingan.
Di zaman media sosial dan banjir informasi seperti sekarang, istilah "brain rot" atau "pembusukan otak" semakin sering diperbincangkan.
Jauh sebelum istilah ini dikenal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai “orang jahat (penodong, perampok, pemeras, pungli, dsb)”, dan sebelum teradopsi dari bahasa Belanda vrijman yang artinya orang yang tidak terikat kontrak kerja, jejaknya telah ditemukan dalam lembaran sejarah Islam
Puluhan mixologist, istilah untuk ahli peracik minuman, berkumpul di Hotel Aryaduta, Kuta, Bali, dalam event Mixing Mastery Expolrasi 2025 pada Kamis (22/5).
Saya tidak mau pertemuan yang kesekian kalinya ini berlaku hal yang sama. Saya mau kita fokus pendapatan mereka, karena anak mereka, istri mereka, keluarga mereka tidak makan dari istilah-istilah itu, mereka makan dari pendapatannya.
Umumnya, kopi disajikan secara sederhana. Di Indonesia misalnya, bubuk kopi kebanyakan diseduh dengan air panas lalu diaduk. Metode atau teknik penyeduhan kopi tradisional ini dikenal dengan istilah kopi tubruk.
Mengenali istilah yang merujuk pada bahan berbasis babi menjadi hal krusial, terutama bagi konsumen Muslim yang menjalankan prinsip halal.