Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari perundingan kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan European Free Trade Association (Indonesia-EFTA CEPA) yang telah ditandatangani pada tahun 2018 dan kemudian difinalkan pada tahun 2019.
Menjelang Expo 2020 Dubai, pemerintah ingin memanfaatkan momen untuk menggenjot ekspor produk lokal ke UEA.
ICA-CEPA dapat memberikan berbagai manfaat peluang perdagangan dan investasi bagi pelaku usaha dari kedua negara secara menyeluruh.
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin menyambut kunjungan (courtesy call) dari perwakilan kedutaan besar Turki untuk Indonesia di kantor DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/6).
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengapresiasi negara-negara EFTA yang telah menandatangani perjanjian ekonomi komprehensif Indonesia-EFTA CEPA.
Melalui IT-CEPA, Indonesia akan tetap menjadi mitra strategis bagi Turki dalam menjangkau pasar ASEAN yang memiliki market penduduk mencapai 625 juta jiwa atau 8,8 persen penduduk dunia.
Ratifikasi perjanjian IEFTA-CEPA membawa optimisme tersendiri bagi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga.
IA-CEPA diproyeksikan menjadi sarana optimalisasi keunggulan Indonesia dengan memanfaatkan support dalam supply chain dengan Australia.
Menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, perundingan ini penting untuk segera dituntaskan karena membuka potensi pada tiga hal, yaitu peningkatan ekspor, dukungan bagi industri dalam negeri, dan peningkatan investasi.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyambut positif hasil referendum Swiss mengenai IE-CEPA.