Rumpun Perempuan Indonesia percaya bahwa pak LaNyalla adalah tokoh yang mampu mendukung kesetaraan gender dan tanpa membedakan dengan hak warga lainnya sehingga terwujud perempuan yang kuat, sehat maka ia akan mampu mewujudkan generasi yang baik dan unggul.
Saya ingin mengajak dan membuka mata masyarakat, terutama di desa tentang persamaan hak, kesetaraan dan perlakuan adil terhadap perempuan dan anak. Masyarakat harus sudah terbiasa dengan persamaan hak tersebut.
Dalam situasi konflik, perempuan sebagai kelompok rentan bisa menjadi korban berkali-kali. Mendapat kekerasan, kehilangan akses kebutuhan dasar, akses sumber daya alam, sampai menjadi sasaran kekerasan seksual. Oleh karenanya, perlindungan dan kepentingan perempuan harus menjadi priorotas pada masa mitigasi konflik dan pascakonflik.
Dalam keseharian kita masih menghadapi penilaian yang bias terhadap kiprah perempuan, sehingga diskriminasi dan stereotip antar gender masih mewarnai keseharian masyarakat.
Seluruh pemangku kepentingan ini perlu untuk menyelaraskan pemikiran bersama, terkait pentingnya memberikan pelindungan PMI yang berbasis pada kesetaraan gender, sesuai dengan amanat UU No.18 Tahun 2017.
Melalui Kemnaker, pemerintah juga terus berkomitmen mendukung pemberdayaan perempuan di tempat kerja, salah satunya dengan melindungi pekerja perempuan dan memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya.
Sebagai Presidensi G20, upaya mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan juga dilakukan dalam diskusi para pemimpin dunia pada Finance Track dan Sherpa Track.
Pembentukan LTSA-PMI yang responsif gender di Blitar ini menjadi penting karena Blitar merupakan kabupaten kantong PMI nomor 3 di Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, setelah Indramayu dan Malang.
Alhamdullilah, kami telah melaunching Pusat Informasi dan LTSA yang Responsif Gender Migrant Worker Resources Center (MRC) di Kabupaten Cirebon, dan hari ini akan di launching untuk di Kabupaten Lampung Timur.