Antara 26 Maret 2015 hingga 10 Mei 2018, PBB mencatat total 16.432 korban sipil tumbang di Yaman. 6.385 orang meninggal, dan 10.047 lainnya luka-luka.
Selain itu, 12 wartawan dilaporkan telah diculik oleh kelompok Houthi, sedangkan satu orang lainnya diculik oleh organisasi Al-Qaeda di kota Hadhramaut.
Para aktivis tersebut merupakan bagian dari `Delegasi Keadilan` yang terdiri dari 19 tokoh hak sipil dan keadilan terkemuka AS.
Bashar al-Assad disebut mengabaikan hukum internasional dan membunuh banyak warga sipil yang tidak bersalah, termasuk wanita dan anak-anak.
Rudal-rudal itu ditujukan ke Riyadh dan dua kota selatan. Satu drone bersenjata menargetkan bandara Abha dan pesawat tak berawak kedua menuju ke lingkungan sipil di Jazan.
White Helmets, mengatakan rezim Assad yang melakukan serangan di kawasan Douma, Ghouta Timur itu, yang menurut mereka membunuh 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.
SNHR dalam laporannya menyatakan bahwa rezim telah melakukan 214 serangan kimia di Suriah sejak awal perang sipil pada tahun 2011.
Lebih dari 1.200 personil keamanan Turki dan warga sipil, termasuk sejumlah wanita dan anak-anak tewas sejak kelompok itu melanjutkan kampanye bersenjatanya melawan Turki pada 2015
PBB menyerukan kepada dunia internasional supaya mendanai paket bantuan senilai $3 miliar untuk Yaman.
Negara-negara barat terutama di Eropa dan Amerika masih tutup mata bila terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang menimpa warga sipil Palestina.