Presiden Jokowi resmi menunjuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma`ruf Amin sebagai calon wakil presiden (Cawapres) untuk Pilpres 2019. Apa alasan Presiden Jokowi memilih Ma`ruf Amin sebagai cawapres?
Presiden Jokowi batal menunjuk Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi pada Pilpres 2019. Jokowi memutuskan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma`ruf Amin sebagai Cawapres.
Kiai khos dan jumhur ulama Nahdlatul Ulama (NU) mendukung terbentuknya poros baru, jika dalam satu atau dua hari kedepan Presiden Jokowi tidak memutuskan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres.
Mustayar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Najib Abdul Qodir mengultimatum Presiden Jokowi terkait kepastian menggaet Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) merencanakan pertemuan dengan 50 Ulama Nahdlatul Ulama (NU) terkait mandat cawapres untuk Pilpres 2019.
Faisol Reza menilai kebanyakan ulama yang ada di Indonesia masih menginginkan Presiden Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia.
3.000 masa yang terdiri dari santri, ulama, tokoh masyarakat, bobotoh Karawang dan masyarakat Karawang menyambut kedatangan peserta long march
Kalau ada non muslim yang kelaparan, maka seluruh umat Islam berdosa termasuk ulama ulamanya.
MoU dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan pertama dalam catatan sejarah di bawah pemerintahan Jokowi-Jk.
Dihadapan 800 orang peserta pembukaan ijtimak ulama dan tokoh nasional, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan, kemerdekaan Indonesia adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan para ulama. Itu dibuktikan dengan banyaknya ulama yang menjadi pahlawan. Antara lain, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, KH. Ahmad Dahlan hingga Hasyim Asy`ari