Saya izin Pak Kapolres, relakan kasus ini ke Polda Metro Jaya, jangan dihalang-halangi.
Saya ada catatan, mestinya tidak bisa diabaikan begitu saja, pertama hari kedua Pak Kapolres menyatakan kematian minuman keras, kalau dilihat saksi-saksi yang diperiksa hari kedua baru berapa orang saja yang diperiksa.
Situasi sudah mulai tidak kondusif dan ada beberapa sekuriti yang datang.
Komisi III DPR RI meminta Polda Metro Jaya mengambil alih kasus kematian mahasiswa Fisipol UKI, Kenzha Ezra Walewangko, dari Polres Jakarta Timur (Jaktim).
Saya harus berani menyatakan berdasarkan hati di forum ini bukan pakai otak, kenapa? Saya dulu ikut merancang KUHAP jurusan saya hukum pidana, bagi saya kasus pembunuhan dengan saksi-saksi dan data seperti ini di mata saya ini sudah terang benderang kok, oleh karena itu kekecewaan yang amat luar biasa pada Pak Kapolres, luar biasa saya kecewa, kecewa luar biasa.
Jadi bersamaan robohnya, Kenzha adanya di atas pagar. Dan pagar jatuhnya bukan miring, itu lurus dan Kenzha di atas. Jadi tidak ada benturan sampai ada kepala sebelah kanan yang bocor yang dikatakan oleh Kapolres itu pernah kena di baut, baut yang ada di dalam got. Di situ tidak ada baut dan gotnya sebagai informasi tingginya hanya sekitar 40 cm.
Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menemukan beraneka ragam kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun ini.
Dua hakim itu ialah HM selaku hakim Pengadilan Tinggi Jakarta dan HS selaku Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Inilah wujud empati kami, para mahasiswa, kepada saudara-saudara sebangsa yang terhantam keras badai ekonomi.
Ada dua saksi yang kita minta LPSK untuk perlindungan, kita berharap penegakan hukum di Indonesia juga lebih baik, karena ada momen polisi yang terlewat dimana banyak kasus perkara karena kita kehilangan kepercayaan kepada polisi.