Islamic State Iraq and Syria (ISIS) menangkap menyandra 700 orang di bagian Suriah yang dikuasai oleh pasukan dukungan Amerika Serika (AS) dan telah mengeksekusi beberapa dari mereka.
Pekan lalu, sistem rudal S-300 pertama, yang terdiri dari empat peluncur, tiba di Suriah dan tentara Suriah dijadwalkan akan menerima pelatihan tentang cara menggunakannya dalam waktu tiga bulan
Organisasi non-pemerintah yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Watch (HRW) menuding rezim Suriah mencegah orang-orang terlantar di daerah yang sebelumnya dipegang oleh pasukan oposisi
Liga Arab, yang mencakup sekitar 22 negara anggota, membekukan keanggotaan Suriah setelah meletusnya perang saudara pada tahun 2011
Gedung Putih meminta Iran untuk meninggalkan Suriah untuk mendukung Washington melakukan rekonstruksi negara yang dilanda perang itu.
Dalam laporan tersebut mengatakan sebagian besar korban tewas adalah warga sipil setelah puluhan ribu mengungsi akibat kampanye pimpinan AS terhadap Daesh di kota.
Amerika Serikat menyatakan siap memberikan bantuan rekonstruksi pasca perang kepada Suriah.
Turki menghabiskan USD33 miliar untuk menyokong pengungsi, sementara Uni Eropa mengingkari janjinya.
Tindakan UE itu sangat disesalkan oleh Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan saat berbicara di pertemuan para pemimpin bisnis di Budapest, Hongaria
IRGC menyerang pos-pos Daesh sebagai pembalasan atas serangan Ahvaz bulan lalu.