Rusia menuding kelompok pemberontak Suriah membombardir ibukota Alleppo dengan peluru berisi gas klorin.
Suriah terjebak dalam perang sipil yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Presiden Bashar Al-Assad menindak keras protes pro-demokrasi.
Pengiriman sistem pertahanan udara S-300 Rusia ke Suriah tidak menjamin 100 persen negara itu aman dari serangan Israel.
Langkah Gedung Putih tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan AS untuk mengganggu ketertiban, keamanan dan perdamaian di Timur Tengah.
Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di Suriah masih terus melanggar kesepakatan Sochi dengan menyerang zona de-eskalasi Idlib.
Perusahaan Rusia dan Iran harus dilarang mengambil bagian dalam rekonstruksi selama rezim Assad tetap berkuasa.
Turki telah menolak tuduhan pemerintah Suriah bahwa mereka tidak memenuhi kewajibannya di bawah perjanjian untuk menciptakan zona demiliterisasi di sekitar wilayah Idlib yang ditentang oposisi.
Presiden Prancis mengatakan restrukturisasi Suriah yang inklusif sangat penting.
Ikatan politik juga menjadi tegang selama proses perdamaian Timur Tengah. Insiden tahun lalu di mana seorang penjaga keamanan Israel menewaskan dua warga Yordania di dalam kompleks kedutaan besar Israel menambah ketegangan.
Putin juga mengatakan negara-negara yang menyerukan Iran untuk meninggalkan Suriah harus memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan mencampuri urusan Suriah.