Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta Amerika Serikat berhenti mengancam Korea Utara dan mulai meyakinkan pemimpin Kim Jong-Un, bahwa tidak ada rencana untuk mengusirnya
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengirim pesan ucapan selamat tak biasanya kepada Presiden China Xi Jinping usai kongkres di negara tersebut
Penerima hadiah Nobel pada 2002 itu menunjukkan bahwa pengaruh China terhadap Korea Utara sangat dilebih-lebihkan, terutama karena tidak adanya kontak antara Kim dan Beijing.
Pemerintah Inggris diminta untuk menghentikan semua hubungan diplomatik serta hubuganga ekonomi dengan rezim Kim Jong-un.
Pada gilirannya, rezim Kim mengancam untuk menguji bom hidrogen di atas Samudera Pasifik dan menembak jatuh pembom Amerika Serikat, bahkan di ruang udara internasional.
Di antara dokumen yang bocor, adalah Rencana Operasional 5015 untuk digunakan dalam perang dengan Korea Utara dan termasuk prosedur untuk menyerang pemimpin Kim Jong-Un.
Kim Jong Un promosikan saudara perempuannya yang masih berusia 28 tahun ke badan pembuat keputsan
Pemerintah Korea Utara berjanji akan tetap mempertahankan warisan leluhurnya untuk melawan musuh bebuyutan.
Kim Jong Un mengatakan senjata nuklirnya adalah alat jera yang ampuh yang menjamin kedaulatannya
Choe Ryong-hae, wakil ketua partai berkuasa Korea Utara, yang juga dikenal sebagai pembantu terdekat pemimpin Kim Jong-un, dipilih sebagai anggota militer.