BPN Prabowo-Sandiaga mencium aroma kecurangan sistemik di Pilpres 2019. Mulai dari indikasi ketidaknetralan aparat Kepolisian hingga upaya penghilangan suara masyarakat dalam proses perhitungan hasil Pemilu.
"Memang sempat ada beda suara antara caleg satu dengan yang lain. Ini memang terjadi, walaupun akhirnya bisa diselesaikan lah," ujar Bakuh Pandan.
"Klaim sih boleh saja, tapi harus didukung oleh instrumen rekapitulasi penghitungan suara yang dibuka secara transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara sistem maupun dari dokumen C1," ujar Hasto.
Berikut perolehan suara sementara perhitungan Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo - KH Maruf Amin.
"Saya harap kalau ada dugaan permainan ini, agar dihentikan karena bisa berdampak buruk bagi pemilu yang jurdil," imbuhnya
Suara PDI Perjuanga sudah pasti teratas dan menjadi pemenang Pemilu Legislatif. Hasil sementara berkisar dari 21.3% sampai 22.8% di tingkat nasional.
Dari 813.350 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah masuk 37.757 TPS. Artinya masih ada sekitar 775.593 TPS yang belum masuk.
"Suara PPP sama sekali enggak beririsan dengan PKB. Kekalahan kami di basis suara, khusuanya Jawa Barat kemungkinan karena black campaign," ujar Suharso.
Berdasarkan hasil real count yang dimuat di sistem Informasi Penghitungan Suara KPU, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma`ruf Amin masih unggul sementara dari Prabowo-Sandiaga.
Zulkifli Hasan juga mengajak kepada semua pihak untuk bersabar dalam demokrasi. Menurutnya bangsa ini mempunyai sistem penghitungan suara yang ditentukan dan diputuskan oleh KPU