Pergelaran silaturahmi akbar jelang bulan suci Ramadhan akan dilaksanakan malam ini. Ulama dan Umaro bersama masyarakat ikut dalam kegiatan tersebut.
Mengajak kepada umat muslim di Indonesia untuk untuk menghindari dan menangkal aksi-aksi provokasi dan kekerasan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat menggangu berlangsungnya ibadah di bulan suci ramadhan.
"Stabilitas keamanan sangat erat hubungannya dengan keimanan. Ketika keimanan lenyap, keamanan akan tergoncang," ujar KH Maimun Zubair.
"Antara Ulama dan Habaib dengan TNI Polri harus saling bersinergi. Maka tak boleh ada pihak-pihak yang membenturkan ataupun memprovokasi antara Ulama Habaib dengan TNI Polri," jelas Habib Sholeh.
"Ulama itu adalah pewaris para nabi. Jadi tidak sembarangan menyebut dirinya ulama," kata Kiai Afif.
"Tolong diingat ya, Pilpres ini buka memilih imam masjid atau pengasuh majelis taklim. Ini pemilihan kepala negara. Memilih umaro untuk bangsa Indonesia," tukas Habib Sholeh.
Menpora Imam Nahrawi menyaksikan langsung terkait pemberian uang untuk Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Uang tersebut diserahkan langsung kepada staf pribadi Menpora, Miftahul Ulum.
KPK bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam-PBNU) menyelenggarakan Pesantren Kader Penggerak NU Antikorupsi.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta ulama dan tokoh agama untuk membantu mendinginkan suasana, selama masa tenang pemilu 2019.