Dengan memperingati Maulid, sesungguhnya Allah memberikan kesempatan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan.
Salah satu bukti keterlibatan tokoh-tokoh agama Islam dalam penyusunan dasar dan ideologi Pancasila, itu adalah digunakannya terminologi Alquran, hadis serta bahasa Arab untuk menyusun sila-sila dalam Pancasila.
Pemuda dengan moderasi agamanya harus mempunyai kemampuan dan keberanian berdiskusi dan mengkomunikasikan moderasinya dengan cara yang baik, positif, dan solutif.
Pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Sumpah Pemuda hari ini, penting bagi kita mendalami dan meneladani ajaran serta kiprah kaum perempuan bagi kemajuan umat dan bangsa.
Serta merupakan konsekuensi logis dari kesepakatan para Pendiri Bangsa bahwa finalnya Pancasila adalah dengan menerima kompromi sila pertama Pancasila menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Para Ulama dan Santri Indonesia yang ikut mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kata Hidayat telah menunjukkan keteladanan Rasulullah SAW dalam berjuang melawan kezaliman (para penjajah).
Hidayat mempertanyakan jumlah anak penerima bantuan dan usulan anggaran yang jauh lebih rendah dari hasil kesepakatan dengan Komisi VIII DPR-RI pada Raker terakhir tanggal 20 September 2021.
Dalam sosialisasi itu, Hidayat mengatakan sesuai dengan UUD dan UU, partai politik bisa hadir dan eksis supaya demokrasi menjadi lebih berkualitas melalui wakil rakyat yang berkualitas dan presiden yang berkualitas.
Para Santri banyak yang mengisi posisi strategis tersebut, agar dijaga sebagai amanat, agar bisa dilanjutkan karena manfaat yang dirasakan oleh Masyarakat.
Chief de Mission (CdM) Kontingen PON DKI Jakarta, Hidayat Humaid mengucapkan terima kasih atas dukungan serta doa dari Anies dan seluruh warga Jakarta.