Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap delapan entitas pada Kamis (Jumat waktu setempat), atas dugaan keterlibatan mereka dalam penjualan dan pembelian produk petrokimia Iran.
Pengumunan sanksi itu lima hari menjelang pemilihan presiden AS yang digelar pada 3 November 2020 dan juga muncul di tengah tuduhan komunitas intelijen AS bahwa peretas Iran berusaha mengancam pemilih AS lewat email palsu.
Awal pekan ini, China mengatakan akan menjatuhkan sanksi pada Lockheed Martin dan divisi pertahanan Boeing yang merupakan bagian dari penjualan rudal baru ke Taiwan senilai hampir US$2 miliar atau sekitar Rp29 triliun.
Sanksi tersebut berlaku untuk Kementerian Perminyakan Iran, Perusahaan Minyak Nasional Iran dan Perusahaan Tanker Nasional Iran atas dukungan keuangan kepada Korps Pengawal Revolusi Islam Iran-Pasukan Quds.
Central Scientific Research Institute of Chemistry and Mechanics yang didukung pemerintah Rusia, juga dikenal dengan TsNIIKhM bertanggung jawab membangun alat khusus yang memungkinkan serangan di fasilitas petrokimia.
PT BM diberikan sanksi karena terbukti melakukan pelanggaran dengan menempatkan 83 PMI tak sesuai jabatan
FA tidak akan menjatuhkan sanksi untuk kiper Everton, Jordan Pickford, kendati sudah melakukan tekel horor kepada bek Liverpool, Virgil van Dijk.
Penjualan senjata ke Iran akan melanggar resolusi PBB dan mengakibatkan sanksi, beberapa jam setelah Teheran mengumumkan, embargo PBB yang sudah lama pada perdagangan senjata dengan republik Islam itu telah berakhir.
Musim panas ini, anggota Kamar Dagang Iran-Irak Hamid Hosseini memperkirakan hingga $ 5 miliar dana Iran dibekukan di bank-bank Irak sebagai akibat dari sanksi AS yang menargetkan ekonomi Iran.
Dengan adanya sanksi diharapkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan meningkat