Masih terkontraksinya beberapa sektor yang memberikan kontribusi terhadap PDB, menunjukkan kebijakan Pemerintah belum cukup efektif dalam mendorong pertumbuhan di sektor-sektor tersebut
Anggota DPR RI Guspardi Gaus menyoroti Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara year on year (YoY).
pertumbuhan ekonomi yang masih minus merupakan bukti bahwa penanganan pandemi oleh pemerintah belum serius dan efektif.
Pandemi Covid-19 menyisakan tugas besar untuk memulihkan ekonomi di Indonesia. KEM-PPKF dinilai mampu menjadi solusi untuk mengakhiri tekanan luar biasa dalam pertumbuhan ekonomi negeri.
Menteri Keuangan menganggap utang Indonesia masih relatif kecil, apalagi jika dibandingkan dengan negara lain. Merespon sikap Menkeu, Heri Gunawan mengatakan, idealnya utang yang semakin menumpuk mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 masih minus 0,74% disebabkan perkembangan inflasi 1,37% secara year on year
Disampaikan Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, catatan transaksi tersebut relatif baik di tengah melemahnya perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19.
Tidak berlebihan kiranya jika menjaga geliat pertumbuhan properti, sama dengan menjaga geliat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pasalnya hingga saat ini pertumbuhan ekonomi nasional masih jauh dari target yang dijanjikan.