Berbagai permasalahan gizi saat ini baik gizi kurang termasuk stunting dan gizi lebih, terjadi hampir di seluruh strata ekonomi masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan.
PERGIZI PANGAN turut berkontribusi dalam strategi jangka menengah dengan memberikan edukasi gizi kepada siswa, remaja dan calon pengantin.
Investasi protein di awal masa kehidupan anak jadi kunci mencegah munculnya kondisi stunting.
Masalah gizi menyebabkan rendahnya status kesehatan dan gizi sehingga berpengaruh terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Orangtua harus semakin curiga kalau anak terinfeksi cacingan jika telapak tangan atau selaput matanya pucat.
Jawa Barat sedang dihadapkan pada tiga masalah utama, satu di antaranya adalah tingginya angka gizi buruk dan Stunting.
Ukuran kecantikan yang diidentikkan dengan kurus badan, menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan stunting.
Menurut data di Jawa Barat masih terdapat sekitar 29,9 persen atau 2,7 juta balita mengalami stunting.
masa depan negara Indonesia sangat bergantung pada kesuksesan dalam menangani stunting. Bank dunia mengestimasi bahwa setiap dolar yang dihabiskan untuk mengatasi stunting akan mengembalikan sebanyak 48 kali lipat investasi ekonomi.
Tahun 2016 angka kekurangan gizi anak tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.