Investasi protein di awal masa kehidupan anak jadi kunci mencegah munculnya kondisi stunting.
Masalah gizi menyebabkan rendahnya status kesehatan dan gizi sehingga berpengaruh terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Orangtua harus semakin curiga kalau anak terinfeksi cacingan jika telapak tangan atau selaput matanya pucat.
Jawa Barat sedang dihadapkan pada tiga masalah utama, satu di antaranya adalah tingginya angka gizi buruk dan Stunting.
Ukuran kecantikan yang diidentikkan dengan kurus badan, menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan stunting.
Menurut data di Jawa Barat masih terdapat sekitar 29,9 persen atau 2,7 juta balita mengalami stunting.
masa depan negara Indonesia sangat bergantung pada kesuksesan dalam menangani stunting. Bank dunia mengestimasi bahwa setiap dolar yang dihabiskan untuk mengatasi stunting akan mengembalikan sebanyak 48 kali lipat investasi ekonomi.
Tahun 2016 angka kekurangan gizi anak tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.
Zat gizi makro dan mikro adalah dua hal yang saling melengkapi, sayangnya informasi mengenai zat gizi mikro belum menyeluruh.
Target di awal tahun 2019, ada 160 kabupaten dan 1600 desa yang akan dilakukan konvergensi penanganan penurunan stunting.