Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menilai dikeluarkannya angka kematian dari indikator penanganan Covid-19 sebagai kebijakan yang tidak ada dasar ilmiahnya.
Hal itu merespon pemerintah yang memutuskan untuk menghapus angka kematian untuk sementara waktu dalam indikator penanganan Covid-19 di Tanah Air.
Pelaporan kasus kematian yang dilakukan daerah tidak bersifat realtime dan merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.
Angka tersebut melonjak tajam jika dibandingkan hari kemarin, yang bertambah sebanyak 39.716 pasien sembuh Covid-19.
Kepala Negara juga bersyukur bahwa angka-angka indikator menunjukkan pandemi di Jawa dan Bali mulai sedikit menurun, terutama di Jakarta.
Jumlah kasus COVID-19 baru di Malaysia pada Kamis melewati angka 20.000 untuk pertama kalinya, karena negara itu mencatat rekor jumlah infeksi harian untuk hari kedua berturut-turut.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lonjakan angka kasus dan kematian akibat Covid-19 di perdesaan. Menurutnya, pemerintah memerlukan cara-cara khusus untuk penaggulangan wabah corona di desa.
Angka-angka itu berarti bahwa Eropa kini telah mengungguli AS dalam upaya vaksin.
Menurut Lestari, upaya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana bila terpapar Covid-19, harus segera dan mendesak dilakukan, untuk menekan angka kematian akibat virus korona di tanah air.