MPR mensosialisasikan Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah karena bangsa Indonesia menghadapi sejumlah tantangan.
Wayang golek yang popular dengan tokoh Cepot, malam itu melakonkan kisah `Sasrajingga Ngadeg Raja`.
Sekretariat Jenderal MPR RI bekerjasama dengan Yayasan AD Centre Provinsi Gorontalo dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR menggelar ‘Festival Budaya Islam
acara ini adalah untuk mengajak para bloger ikut serta menyebarluaskan nilai-nilai Empat Pilar menurut cara dan gaya masing-masing bloger.
Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode seni dam budaya, lanjut Melani, adalah cara luarbiasa dari MPR untuk menjaga serta melestarikan seni dan budaya bangsa.
Menurut anggota MPR dari dapil Gorontalo ini, karena Pancasila itu sudah lama tidak ada pikirannya, dan Pancasila sudah lama pula tidak ada di lidahnya.
Mahyudin menyebutkan Ketua DPR, Ketua DPD, banyak kepala daerah, anggota DPR, anggota DPRD, yang terkena kasus korupsi.
Tahun ini acara yang digelar rutin di pesantren yang didirikan oleh KH. Tubagus Falak dibarengkan dengan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di desa Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (28/11) malam mendapat perhatian besar dari masyarakat. Buktinya pagelaran wayang yang diselenggarakan di halaman Kantor Balai Desa Bugel, Jepara, itu mampu menyedot ribuan warga masyarakat
Masyarakat keturunan Jawa begabung dalam Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) yang bermukim di Kotapinang dan sekitarnya sangat antusias berdatangan, mereka beramai-ramai mendatangi lapangan Desa Aek Batu yang berada di Jalan Lintas Sumut