Menurut presiden AS, kesepakatan itu membebani negara-negara yang bertanggung jawab dengan harga energi yang tinggi.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada delegasi dari hampir 200 negara pada konferensi di kota Polandia selatan Katowice bahwa belum ada yang melakukan sesuatu padahal bencana besar sedang mengancam.
KTT COP24 akan membahas berbagai masalah terkait iklim, seperti keputusan Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian Paris dan keluhan dari Brasil di bawah presiden pilih Jair Bolsonaro.
Negara-negara G20 menegaskan kembali bahwa “Perjanjian Paris” tidak dapat diubah dan harus diimplementasikan secara penuh.
Dilansir dari AFP, KTT Iklim PBB masih menekankan pemanasan global, dengan mendorong negara-negara kaya untuk menunaikan janji-janji yang mereka buat dalam perjanjian Paris 2015.
Hanya 19 dari kelompok tersebut setuju mendukung perjanjian Paris tentang iklim.
Pemerintah sudah sangat serius menjalankan sejumlah program terobosan yang mendorong peningkatan produktivitas pangan.
Demonstran memprotes kegagalan G20 mengatasi berbagai masalah, termasuk perubahan iklim, kemiskinan, dan kelaparan.
Dampak perubahan iklim tidak hanya pada ekonomi tetapi semua sektor kehidupan masyarakat dan kerusakan ekonomi bisa menjadi sangat besar.
Jika pengurangan emisi karbon tidak segera dilakukan secara drastis, maka setiap tahun akan ada ratusan miliar dolar yang terbuang sia-sia.