Polda Metro Jaya menangkap aktivis Ratna Sarumpaet di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (4/10) malam. Ratna ditangkap terkait penyebaran informasi bohong yang menimbulkan kegaduhan.
Perempuan asal Desa Teluk Batang, Kecamatan Kayong Utara, Ketapang, Kalimantan Barat itu ditangkap oleh Kepolisian Arab Saudi pada Februari 2010 atas tuduhan praktik sihir, yang diduga telah mengakibatkan anak majikannya menderita sakit permanen.
Otoritas Rusia tidak mengesahkan banyak demonstrasi, menyebabkan beberapa orang menghindari area karena takut ditangkap.
Dua pejabat Puskesmas Semula Jadi, Kecamatan Datuk Bandar Timur ditangkap Jajaran Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Tanjungbalai, Sumatera Utara lantaran diduga menyunat dana pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Dua pelaku penembakan terhadap dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar di Cirebon terpaksa ditembak lantaran melawan saat ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.
Saat ditangkap, Ibrahim sedang melakukan sosialisasi pencalegan.
Sambil menunggu lapas di Cikeas itu selesai dibangun, terduga teroris yang baru ditangkap untuk sementara ini akan ditempatkan di polsek, polres, dan polda.
Aktivis itu ditangkap karena mengkampanyekan hak perempuan untuk mengemudi dan mengangkat sistem perwalian laki-laki, dalam dua hari terakhir.
AKBP Hartono sebelumnya menyelundupkan narkotika Sabu seberat 23gram. Dia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, pada Sabtu (28/7/2018).
Sebelum dikabarkan ditangkap oleh tim KPK, Inneke Koesherawati memposting sebuah tulisan yang sangat menyentuh.