Bulog juga berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan dengan membentuk Tim monitoring dan Evaluasi (Monev) Bulog.
Program Bimbingan Massal dan Intensifikasi Massal dengan penyuluhan massal Soeharto yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dari pengimpor beras terbesar dunia pasca tragedi 1965 menjadi penghasil beras.
Pemberian vaksin di daerah marjinal tersebut menurut Menko Luhut, perlu dijalankan bersamaan juga dengan pemberian bantuan beras yang saat ini telah disiapkan.
Bansos dicairkan seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali sejak tanggal 3 – 20 Juli 2021.
SYL menjelaskan tentang tidak perlu impor beras yakni hingga saat ini Indonesia memiliki cadangan beras yang cukup banyak.
Produksi beras yang relatif stabil dengan jaringan distribusi yang sudah terbangun, membuat harga beras tidak mengalami gejolak yang signifikan.
Stok beras masih melimpah karena saat ini masih dalam periode panen raya sampai beberapa bulan ke depan.
Stok cadangan beras pemerintah masih terus terjaga dengan, yaitu sebanyak 1,4 juta ton yang juga merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu sebanyak 1 juta ton hingga 1,5 juta ton beras.
Bupati Pelalawan, Zukri Misran menyatakan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan di Provinsi Riau, maupun di daerahnya.