Basarnas kembali mengevakuasi sebanyak delapan kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Dengan demikian, sebanyak 195 kantong jenazah yang sudah dievakuasi.
Delapan kantong jenazah berhasil dievakuasi tim penyelam Basarnas, Kamis (8/11/2018). Jenazah dievaluasi ke posko menggunakan KN SAR-231 Sadewa tepat pukul 18.10 WIB.
CVR sangat dibutuhkan untuk menyelidiki jatuhnya pesawat dengan cara mendengarkan perbincangan yang terjadi antara pilot dan co-pilot pesawat JT610.
Tim DVI Polri telah menerima sebanyak 186 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Tadi malam tim DVI kembali menerima satu kantong jenazah.
Myemasuki hari ke-sembilan tim SAR masih bersemangat melaksanakan operasi SAR di lokasi kejadian
Ketua Basarnas mendapat pelukan dan tangisan dari keluarga korban Lion Air PK-LQP di atas KRI.
Hingga saat ini tercatat, korban yang telah teridentifikasi berjumlah 44 korban dan sisa 145 korban lagi yang belum teridentifikasi.
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan akan menerbitkan laporan awal mengenai penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, bulan mendatang.
Dengan penambahan waktu, sinergitas, soliditas seluruh tim gabungan, dan doa dari seluruh masyarakat, operasi SAR diharapkan dapat segera dituntaskan.
Untuk mengunduh data-data dari FDR tersebut, KNKT dibantu oleh National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Transport Safety Investigation Biro Singapura dan Australian Transport Safety Biro.