China dan Iran, keduanya dikenai sanksi AS, menandatangani perjanjian kerja sama 25 tahun
Korea Utara meluncurkan jenis baru rudal balistik taktis jarak pendek minggu lalu, mendorong Washington untuk meminta pertemuan komite sanksi DK PBB.
Amerika Serikat dan Inggris kompak menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan yang dikendalikan oleh militer Myanmar, menyusul kudeta pada 1 Februari lalu.
Militer Myanmar menyalahkan para demonstran atas serangkaian sanksi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap dua warga Rusia, yang sebelumnya dituduh menganiaya kaum gay dan lesbian di wilayah Chechnya.
Negeri Paman Sam menyatakan, sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan peretasan dan dugaan campur tangan dalam Pemilihan Presiden AS 2020.
Ketegangan meningkat di kawasan Teluk sejak Amerika Serikat (AS) memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018 setelah Presiden Donald Trump menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar.
Sebelumnya, dalam draf awal pembahasan PP 24/2021 terdapat usulan sanksi pidana bagi petani dan masyarakat sebagaimana tertera Pasal 55.
Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan akan memberi sanksi kepada enam angka militer lagi, menambah 19 yang terdaftar sebelumnya, dan bahwa kementerian perdagangan akan bekerja untuk memastikan bisnis Inggris tidak berdagang dengan perusahaan milik militer Myanmar.
Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya siap untuk berbicara dengan Iran tentang kedua negara yang kembali ke perjanjian itu, yang bertujuan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir sambil mencabut sebagian besar sanksi internasional.