Perpustakaan Nasional sebagai lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas di bidang perpustakaan, berupaya melakukan pengembangan, pembinaan, dan kegemaran membaca untuk pengembangan budaya literasi.
Setidaknya 31 kota telah membatalkan program "Kota Tuan Rumah" Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, yang menyambut atlet luar negeri untuk kamp pelatihan dan pertukaran budaya sebelum pertandingan berlangsung, karena kekhawatiran COVID-19.
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Restu Gunawan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun ekosistem budaya rempah dari hulu hingga hilir.
HNW menuturkan, upaya melestarikan seni budaya dan kearifan lokal adalah bagian dari pelaksanaan UUD NRI 1945.
Tujuan reformasi birokrasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo adalah tercapainya perubahan pola pikir dan budaya kerja.
Salah satu fungsi Perpustakaan Nasional adalah sebagai pusat pelestarian koleksi perpustakaan.
Budaya dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan dipertentangkan.
Pancasila sebagai puncak kebudayaan nasional juga bukanlah ideologi utopia tapi Pancasila sebagai ideologi yang dinamis dan dapat bekerja di tengah masyarakatnya.
Pelestarian naskah kuno Nusantara mesti dilakukan sebagai upaya penyelamatan dokumenter sejarah peradaban bangsa.
Sama halnya dengan pejuang yang lain, semua pejuang wanita di Indonesia juga memiliki keteladanan literasi yang diawali dengan kegemaran membaca.