Keluarga korban insiden kecelakaan pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan JT610 mengajukan gugatan hukum terhadap Perusahaan Boeing di Chicago, pada 16 November 2018.
Pesawat yang dioperasikan The Fly Jamaica Airways, menurut Menteri Transportasi Jamaica David Peterson, mengalami kerusakan masalah hidrolik
Lion Air mengunakan pesawat jenis yang sama saat mengalami kecelakaan dan menewaskan 189 orang beberapa waktu yang lalu.
Menurut fakta 80 persen kecelakaan pesawat komersial dilakukan pada pesawat dalam posisi tinggal landas atau akan mendarat.
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan akan menerbitkan laporan awal mengenai penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, bulan mendatang.
Upaya pencarian seluruh penumpang, kru dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada (29/10) di perairan Karawang, Jawa Barat terus dilakukan.
Operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan Lion Air diperpanjang selama tiga hari. Jumlah kekuatan personel menjadi 1.324 dari hari sebelumnya 1.396 personel.
Pesawat nahas Lion Air kecelakaan di Perairan Karawang pada Senin (29/10) dengan membawa 189 penumpang dan krunya. Semuanya tewas dan saat ini masih dalam pencarian.
Tiga hari setelah kecelakaan Pesawat Lion Air JT-610, Tim SAR gabungan telah menemukan sebanyak 56 kantong jenazah dan dikirim ke Rumah Sakit (RS) Polri.
Hingga saat ini, upaya pencarian korban kecelakaan Lion Air JT610 masih terus dilancarkan dengan perluasan area hia perairan 15 nautical mile (NM) hingga ke perairan Indramayu dengan perahu karet, boat, serta kapal KN SAR Basudewa 206.