Kesempatan itu didapat setelah pasukan pemerintah berhasil mengusir kelompok radikal ISIS di kawasan tersebut.
Pasukan militer Irak kembali melancarkan operasi terhadap sisa kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang masih mendiami Mosul.
IS membantah pernyataan Washington dan menyatakan serangan yang dilancarkan menewaskan 18 warga sipil.
Kota Rutba yang berada di jalan menuju Yordania atau sekitar 390 kilometer dari barat Baghdad. Kota itu direbut kembali dari tangan ISIS pada Mei tahun lalu.
“Mungkin hewan-hewan itu lapar, karena ditinggalkan pemiliknya saat terjadi peperangan, dan tidak ada makanan,” kata seorang tentara pemerintah.
Pada Senin lalu anggota parlemen Irak sepakat menyerukan agar pemerintah Baghdad merespon dengan baik keputusan pelarangan yang diberlakukan oleh AS.
Jumlah tersebut adalah setengah dari 750 ribu warga sipil yang terjebak di Mosul Barat menyusul konflik berkepanjangan yang terjadi di Irak.
KBRI Baghdad kembali mengimbau kepada para WNI yang berada di Irak agar meningkatkan kewaspadaan.
Para peziarah yang menjadi korban diketahui sedang dalam perjalanan kembali ke Iran dari kota suci Syiah Irak, Karbala.
Sebuah bom bunuh diri yang meledak pada Senin (14/11), di dekat kota suci Karbala, Irak, menewaskan setidaknya enam peziarah.