Dua ledakan bom mobil terjadi tepat setelah berbuka puasa yang menewaskan 20 orang dan melukai puluhan lainnya di ibu kota Irak.
Ada laporan bahwa senjata Amerika Serikat secara tidak sengaja rutin jatuh ke tangan teror yang beroperasi di Suriah dan Irak.
Kelompok IS mengaku bertanggung jawab atas ledakan pertama.
Larangan itu berlaku untuk negara-negara seperti Aljazair, Arab Saudi, Bahrain, Irak, Iran, Kuwait, Lebanon, Mesir, Oman, Palestina, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania
ISIS meminta uang tebusan untuk membebaskan anak laki-laki itu, ibu dan saudara perempuannya saat mereka disandera, dan memerintahkan keluarga tersebut untuk mengganti nama anak laki-laki itu
Di benteng pertahanan ISIS tersebut ratusan ribu orang terjebak, serta medan yang sangat sempit untuk melakukan perang terbuka.
Kesempatan itu didapat setelah pasukan pemerintah berhasil mengusir kelompok radikal ISIS di kawasan tersebut.
Pasukan militer Irak kembali melancarkan operasi terhadap sisa kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang masih mendiami Mosul.
IS membantah pernyataan Washington dan menyatakan serangan yang dilancarkan menewaskan 18 warga sipil.
Kota Rutba yang berada di jalan menuju Yordania atau sekitar 390 kilometer dari barat Baghdad. Kota itu direbut kembali dari tangan ISIS pada Mei tahun lalu.